Menahan keinginan merupakan suatu kemampuan yang sangat penting untuk kita miliki. Orang dewasa yang tidak terlatih menahan keinginan, jika ia orang biasa, sangat mungkin ia akan terjerat hutang. Sementara itu,  jika ia adalah pejabat, sangat mungkin ia akan terjerat pada kasus korupsi. Jika ia seorang pengusaha, sangat mungkin ia akan merugi.

Sebagai contoh, misalnya ada seseorang yang mempunyai gaji sebesar 5 juta rupiah setiap bulan. Sementara itu, ia sangat ingin memiliki sepeda motor yang harganya misalnya 25 juta rupiah. Apabila ia tidak pandai menahan keinginan, maka ia akan dengan mudahnya mengambil kredit sepeda motor. Padahal, dengan ia mengambil kredit, ia menjadi terjebak pada akad ribawi, serta akan mendapatkan harga yang jika ditotal menjadi jauh lebih mahal. Oleh karena itu, menahan keinginan dengan cara menabung terlebih dahulu adalah satu hal yang sangat penting kita miliki.

Hal-hal di atas bisa dihindari apabila pada masa kecil sudah didapatkan latihan dan pembelajaran yang benar tentang menahan keinginan. Dampaknya, keahlian mengelola keuangan juga tidak dimiliki. Kurangnya latihan yang dilakukan, juga bisa menyebabkan egosentrisme yang tetap bercokol walaupun sudah dewasa. Padahal, semestinya pada usia sekitar 7 tahun, sifat egosentrisme sudah mulai hilang.

Persoalan ini sebenarnya tidak hanya berpengaruh kepada masalah pengelolaan uang saja, tetapi juga akan sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Oleh karena itu, sejak kecil kita harus biasakan agar anak memiliki kecerdasan emosi yang baik. Diantaranya adalah memberikan pembelajaran mengenai aspek finansial. Dua hal ini bisa saling bersinergi karena ketika kita mengajarkan aspek finansial kepada anak, ini sekaligus kita mengajarkan mengenai kecerdasan emosi kepada anak.

Salah satu hal yang penting dalam pembelajaran kecerdasan finansial adalah dengan membiasakan pola kehidupan yang sehat secara finansial. Biasakanlah anak untuk mengelola sendiri uang sakunya. Ketika anak sudah mulai mengenal uang, tahu membedakan nilai uang, tahu menghitung uang, maka ajarilah anak untuk mengelola keuangan yang salah satunya adalah menabung.

Pembiasaan ini akan bagus apabila dilakukan dengan cara berulang-ulang. Harapannya nanti akan masuk ke alam bawah sadar anak. Coba Ayah Bunda bayangkan, bagaimana apabila seorang anak yang terbiasa selalu dipenuhi semua keinginannya? Apabila ia ingin mainan, ia tinggal minta dibelikan orang tuanya. Bandingkan dengan anak yang sejak kecil sudah terbiasa tidak selalu dipenuhi semua keinginannya. Uang tidak selalu ada. Maka anak akan cenderung mampu menyusun prioritas dengan lebih berhati-hati. Anak akan belajar mengenai perencanaan keuangan.

Oleh karena itu, penting sekali orang tua sering berbicara kepada anak tentang masalah ini. Bukan hanya menjelaskan boleh membeli ini dan tidak boleh membeli itu. Penting juga dijelaskan alasan mengapa suatu barang saat ini sebaiknya tidak dibeli dulu dan lebih baik diprioritaskan membeli barang yang lain. Hal ini akan membuat anak memiliki alasan untuk berfikir dalam-dalam sebelum membeli sesuatu.

Demikian Ayah Bunda semoga bermanfaat. Semoga anak-anak kita memiliki kecerdasan finansial yang baik. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.