Saat ini internet telah menjadi kebutuhan utama banyak orang. Diperkirakan, dari 264 juta jiwa penduduk Indonesia, sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen adalah pengakses internet. Ini jumlah yang sangat besar. Anak-anak saat ini juga menjadi pengguna internet aktif.

Munculnya media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya, serta media berbagi video seperti Youtube, juga membuat banyak anak menjadi ketagihan. Mereka mendapatkan berbagai hal menarik yang mungkin tidak mereka dapatkan di dunia nyata.

Di media sosial, seorang anak yang aslinya pemalu bahkan tertutup, bisa berubah menjadi agresif ketika berinteraksi. Ia merasa lebih percaya diriĀ  dalam berinteraksi dalam chatting, email, dan sejenisnya. Anak-anak juga bisa seperti membuat citra diri yang berbeda di media sosial, misalnya menjadi nampak lebih cantik.

Interaksi yang seakan tidak ada batas bisa terjadi di dunia maya. Sayangnya, hal ini memunculkan resiko yang cukup berbahaya. Selain itu, akses pornografi juga menjadi bahaya lainnya yang mengintai.

Oleh karena itu, perlu strategi khusus dan serius agar kita bisa meminimalkan berbagai dampak negatif tersebut. Beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut :

Pertama, Letakkan Komputer di Tempat yang Mudah Terlihat.

Dengan demikian, kita bisa lebih mudah memantau apa saja yang dilakukan anak dengan komputer. Anak juga merasa diawasi sehingga tidak akan mengakses konten negatif.

Kedua, Jelaskan Manfaat Internet dan Hukum Penggunaannya.

Sebelum memberikan akses internet, jelaskanlah kepada anak tentang manfaat internet dan hukum menggunakannya. Jangan langsung diberikan ketika dirasa anak belum paham. Doronglah anak menggunakan internet untuk hal bermanfaat, misalnya untuk membantu dalam proses mengerjakan PR dari sekolah.

Ketiga, Batasi Waktu Penggunaan.

Jangan biarkan anak berlama-lama berselancar di internet tanpa batas. Buat aturan kapan mereka boleh mengakses internet.

Keempat, Perhatikan History Browser.

Setelah anak menggunakan internet, cobalah cek history di browser komputer. Pastikan anak hanya mengakses konten yang baik saja. Apabila ada indikasi mengakses konten negatif, segeralah nasihati anak.

Kelima, Jaga Anak agar Tidak Kecanduan.

Kecanduan internet bisa diketahui ketika anak lebih asyik bermain gadget atau komputer daripada bermain dengan teman-temannya. Atau bahkan meninggalkan belajar. Jika hal ini terjadi, maka ajaklah anak berbicara tentang dampak negatif internet. Jelaskan pula tentang pentingnya belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

Demikian beberapa cara agar anak terhindar dari dampak negatif internet. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.