Tonggak awal sebuah kebaikan ada kalanya membutuhkan sebuah momentum yang tepat. Ada suatu pengalaman dari seorang ibu rumah tangga yang mengajak anaknya berkunjung ke sebuah panti asuhan. Di sana mereka menyaksikan bahwa anak-anak kecil dari panti asuhan ternyata rajin sholat tahajud. Mengetahui hal ini, perasaan anak menjadi tersentuh. Oleh karenanya, ketika ibunya mengajak untuk sholat tahajud, anaknya menyambut ajakan tersebut dengan tanpa beban.

Hal di atas merupakan contoh memanfaatkan momentum untuk mengajak anak agar semangat beribadah. Jika tidak ada momentum tersebut, bisa jadi akan lebih sulit dalam mengajak anak melaksanakan sholat tajahud. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus jeli untuk menemukan momentum apa dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dimanfaatkan sebagai momentum. Kepekaan untuk menemukan momentum ini sangat penting dimiliki oleh orang tua agar jangan sampai melewatkan suatu peristiwa yang bisa dimanfaatkan sebagai momentum.

Apabila ada banyak sekali peristiwa dalam satu minggui saja, mungkin akan sulit untuk menemukan apakah ada salah satu dari peristiwa tersebut yang bisa dijadikan momentum. Di sinilah pentingnya kepekaan orang tua untuk mencari dan menemukan momentum tersebut. Ayah Buna harus mencari makna di balik setiap kejadian yang terjadi. Kaitkan kejadian tersebut dengan aspek religius yang akan disampaikan kepada anak. Dengan demikian, akan bisa kita nilai apakah ada kejadian yang bisa dijadikan momentum atau tidak.

Apabila orang tua kurang peka, bisa jadi adanya kegiatan perjalanan wisata, jalan-jalan, kunjungan ke kerabat, dan lain sebagainya hanya akan lewat begitu saja. Tidak ada pembelajaran yang bisa diambil karena tidak jeli dalam mencari momentum.

Demikian, semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.