Imam Al Ghazali dalam kitabnya yang berjudul Ihya Ulumuddin Beliau mengatakan :

“Anak adalah amanah bagi orang tuanya. Hatinya yang suci adalah substansi yang berharga. Jika ia dibiasakan dengan kebaikan, dia akan tumbuh dalam kebaikan, dan bahagia di dunia dan akhirat. Adapun jika ia dibiasakan dengan kejelekan dan diabaikan begitu saja seperti binatang, maka ia akan sengsara dan celaka. Oleh sebab itu, menjaga anak adalah dengan mendidik, mendisiplinkan, dan mengajarkannya akhlak-akhlak terpuji.”

Sementara itu Aristoteles mengatakan:

“Kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang.  Karena itu keunggulan bukanlah sebuah perbuatan, tetapi sebuah kebiasaan.”

Tanggung jawab utama untuk membentuk kebiasaan positif pada anak-anak berada di pundak orang tua. Orang tua perlu membiasakan hal-hal baik untuk anak-anaknya sehingga kebiasaan ini menjadi suatu hal yang terprogram pada diri anak.

Proses pembiasaan ini tentu adalah suatu proses yang tidak instan. Dibutuhkan waktu dan kesabaran dari orang tua dalam membentuk kebiasaan yang baik ini.

Bagaimana cara membentuk kebiasaan yang baik pada diri anak?

Berikut ini cara-cara bisa kita lakukan ya Ayah Bunda:

  1. Dilakukan dengan cara perulangan atau repetition.

Pada saat pertama kali sebuah perbuatan baik itu kita lakukan dengan mengajak anak, tentu hal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu upaya ekstra pada saat pertama kali. Akan tetapi pada waktu waktu ketika kegiatan tersebut sudah berkali-kali dilakukan, maka hal tersebut akan menjadi lebih mudah bahkan pada akhirnya anak-anak akan dengan otomatis melakukannya tanpa harus diperintahkan orang tua terlebih dahulu.

  1. Memberikan pemahaman yang benar kepada anak.

Anak-anak adalah manusia biasa seperti halnya kita. Mereka bukanlah sebuah robot yang bergerak sesuai dengan program yang disetting oleh seorang programer. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu untuk berusaha memahamkan kepada mereka mengenai kebiasaan-kebiasaan positif yang kita tanamkan. Harapannya agar anak-anak melakukan perbuatan positif tersebut dengan kesadaran dari dalam dirinya sendiri, bukan karena faktor pemaksaan dari orangtuanya. Misalnya adalah kebiasaan melakukan shalat. Kita sadarkan dan kita berikan pemahaman bahwa shalat adalah perintah yang datangnya dari Allah. Sebagai manusia yang merupakan hamba Allah, kita harus taat menjalankan semua perintah-perintah Allah, diantaranya yaitu adalah melakukan ibadah shalat wajib.

  1. Memberikan pujian atas aktivitas positif mereka.

Anak adalah manusia yang mempunyai juga naluri-naluri anak bisa marah dan bisa juga gembira. Berikanlah pujian atas proses kebaikan yang mereka lakukan. Dari pujian yang tulus dan berkesan, tentu akan memberikan dampak positif pada diri mereka. Mengenai teknik dalam melakukan pujian sudah kita bahas pada ada artikel beberapa hari sebelumnya ya Ayah Bunda.

  1. Teladan dari orang tua.

Orang tua mempunyai otoritas yang tinggi bagi anak-anak. Mereka sangat memperhatikan kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua mereka. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita tidak ada pilihan lain selain juga melakukan kebiasaan-kebiasaan baik yang nanti akan dilihat langsung oleh anak-anak. Dengan teladan dari orangtua tersebut maka anak-anak mencontoh Apa yang dilakukan oleh kedua orangtua mereka.

Demikian beberapa cara dalam menanamkan kebiasaan baik pada diri anak-anak. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.