Pernahkah kita mengingat kembali masa kecil kita? Apakah kita menilai orang tua kita adalah orang tua yang galak terhadap anak-anaknya? Ternyata, apa yang kita alami berpuluh tahun yang lalu dimarahi orang tua, bisa jadi masih membekas di hati kita. Nah, lantas bagaimana dengan anak-anak kita sekarang? Apakah kita dilabeli galak atau pemarah oleh anak-anak?

Tentu kita jangan terus berkecil hati. Jadikan hal ini sebagai pemacu untuk berbenah memperbaiki kualitas pendidikan kita. Mari, kita evaluasi kembali bagaimana cara kita dalam menanamkan rasa cinta anak kepada orang tuanya.

Pertama, selalu bersabar dalam mengasuh dan mendidik anak.

Anak merupakan ujian atau cobaan untuk kedua orang tuanya. Ujian bisa jadi sesuatu yang menyenangkan, bisa jadi pula menyedihkan. Oleh karena itu, sudah semestinya kita selalu bersabar dalam menghadapinya. Kita harus ingat bahwa dalam proses ini ada pahala yang bisa kita raih.

Kedua, serius dalam membersamai anak.

Anak juga makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang tuanya dalam menjalani kehidupan. Sudahkah kita mendampinginya dengan serius? Jangan sampai hanya mendampingi secara fisik saja tapi tanpa perhatian. Kita duduk bersama dengan anak, tapi anak bermain dengan mainannya, dan kita orang tua juga sibuk dengan gadget kita? Bersama tapi tanpa interaksi? Tentu ini kurang tepat ya Ayah Bunda.

Ketiga, pandai mengelola emosi.

Tidak jarang orang tua terpancing emosinya ketika menghadapi anak. akibatnya, keluarlah kata-kata kasar dari orang tua. Atau bahkan sampai tindakan fisik memukul anak yang tidak pada tempatnya. Hal ini bisa membekas di hati anak dan akan mencap orang tuanya galak, pemarah. Jangan biarkan ini terjadi.  Menasihati anak bukan berarti melampiaskan emosi kepada anak.

Keempat, menjadi tempat curhat anak.

Anak tentu juga membutuhkan tempat nyaman untuk berkeluh kesah, menyampaikan cerita, mengungkapkan perasaan dan pemikirannya. Semua itu adalah kebutuhan anak yang harus kita layani. Jadilah orang tua yang nyaman untuk anak dalam curhat. Jadilah orang tua yang dirindukan anak.

Kelima, memberikan apresiasi kepada anak.

Anak perlu dihargai dalam setiap upayanya. Buatlah anak merasa dihargai. Ini akan membuat anak merasa disayangi. Anak pun akan semakin mendapatkan motivasi untuk terus belajar dan berusaha agar menjadi lebih baik lagi.

Mari Ayah Bunda, kita berikhtiar agar anak mendapatkan kenangan manis dalam masa pengasuhannya. Demikian, semoga bemanfaat. Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.