Saat anak memasuki usia 3 tahun, maka anak akan memiliki kematangan kognitif. Di antara yang mempengaruhi pembentukan rasa takut pada anak balita adalah tingkat kematangan emosi serta kemampuan kognitif untuk memprediksi sesuatu. Apabila emosi anak semakin baik begitu juga dengan kemampuan prediksinya, maka semakin kecil pula rasa takut pada anak. Akan tetapi pada usia ini anak juga masih suka melakukan imajinasi. Hal ini tidak jarang menimbulkan ketakutan pada diri anak.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani ketakutan yang muncul pada anak usia sekitar 3 – 4 tahun.

  1. Takut hewan.

Takut pada hewan adalah sesuatu reaksi yang wajar pada anak usia balita. Bisa jadi anak pernah mengalami pengalaman buruk dengan hewan peliharaan misalnya dikejar atau terkena cakaran.

Cara mengatasi anak yang ketakutan adalah ajak anak untuk mendekati hewan tersebut. Namun pada awal sebaiknya jangan sampai menyentuh dulu ya ayah bunda. Ajak bola anak untuk melihat beberapa film dokumentasi yang berkaitan dengan hewan. Perlihatkan dokumentasi yang menunjukkan adanya interaksi antara manusia dengan hewan. Tunjukkan bahwa manusia yang berinteraksi dengan baik dengan hewan maka hewan itu pun ternyata tidak akan mengganggu manusia tersebut.

  1. Takut air.

Takut air bisa jadi terjadi karena adanya pengalaman buruk anak yang berkaitan dengan air. Bisa jadi suatu ketika anak sedang mandi di bak mandi kemudian ia sempat terbenam di dalam ember atau bak mandi tersebut.

Cara mengatasinya adalah dengan cara kita identifikasi dulu penyebab ketakutan anak pada akhir. Setelah itu kita modifikasi pengalaman tersebut dengan cara yang lain yang berhubungan dengan air. Jangan langsung memaksa anak untuk bermain dengan air. Biarkan ia berproses, perlahan-lahan kita tunjukkan bahwa apabila kita berhati-hati, air bukanlah hal yang berbahaya.

  1. Takut kegelapan.

Anak-anak takut pada situasi berada dalam ruangan yang gelap adalah biasa. Saat berada dalam ruangan yang gelap anak-anak bisa berimajinasi bermacam-macam. Imajinasi tersebut bisa jadi muncul karena pengalaman anak melihat film horor yang memunculkan sosok-sosok menakutkan misalnya monster. Pada usia ini anak-anak  masih bisa berfantasi dengan luar biasa dan belum tentu bisa membedakan dengan kondisi alam nyata.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan sikap empati kepadanya. Diskusilah dengan anak agar bisa diketahui penyebab ketakutan anak di ruangan yang gelap. Apabila anak takut terhadap monster atau hal-hal menakutkan lainnya yang ia lihat di dalam acara televisi atau film-film, maka jelaskan kepada anak bahwa hal-hal tersebut sebenernya tidaklah nyata.

  1. Takut ketinggian.

Anak juga sering memiliki ketakutan yang berlebihan dalam posisi ketinggian. Ini adalah sesuatu yang wajar karena dalam posisi yang tinggi bisa saja anak terjatuh dan itu bisa berbahaya atau mengakibatkan luka yang menyakitkan.

Cara mengatasinya adalah jangan langsung memaksa anak untuk naik lebih tinggi lagi. Biarkan anak memutuskan sendiri di ketinggian seberapa ia merasa aman. Ajak anak berimajinasi misalnya berpura-pura pilot pesawat terbang. Permainan yang mengasyikkan ini bisa dibuat untuk mengalihkan ketakutannya pada ketinggian.

Demikian beberapa cara mengatasi ketakutan pada anak balita saat ya Ayah Bunda. Tim Karima; www.karimafood.com)

 

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.