Ayah Bunda, pada saat anak memasuki usia 2 tahun, si kecil akan tumbuh rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Kita sebagai orang tua perlu waspada apabila si kecil mulai mencoba hal-hal berbahaya untuk mengobati rasa penasarannya.

Rasa penasaran sebenarnya adalah keingintahuan yang sangat tinggi akan sesuatu hal yang ingin dieksplorasi oleh anak. Apabila anak melihat sesuatu yang ia anggap asing, anak biasanya akan mencoba mencari tahu dengan beberapa cara, misalnya mendekat, menyentuh, melempar, bahkan memasukkan benda tersebut ke dalam mulut. Seringkali anak tidak memperhatikan risiko atau bahaya dari sikap coba-coba tersebut.

Beberapa hal berikut ini adalah contoh kejadian yang bisa jadi dialami anak dan bagaimana cara menyikapinya.

  1. Anak makan sabun mandi atau pasta gigi.

Sewaktu mandi di kamar mandi anak, tentu akan berinteraksi dengan sabun atau pasta gigi. Aroma dua benda ini biasanya harum bahkan terasa manis. Wajar jika anak merasa penasaran dan mencobanya dengan memasukkan ke dalam mulut. Sebenarnya sabun mandi ataupun pasta gigi yang diproduksi khusus untuk anak biasanya tidak berbahaya jika hanya sedikit tertelan secara tidak sengaja. Akan tetapi jika volumenya cukup banyak atau sering terjadi, tentu juga bisa berbahaya ya Ayah Bunda. Apabila anak suka memasukkan dua benda ini ke dalam mulutnya maka mintalah anak untuk membuka mulut kemudian keluarkan sabun atau pasta gigi dengan cara mengusapnya dengan waslap bersih. Jangan lupa untuk menjelaskan fungsi sabun dan pasta gigi. Jelaskan bahwa itu fungsinya untuk membersihkan bukan untuk dimakan.

  1. Mata terkena parfum.

Kebiasaan kita menggunakan parfum dengan cara menyemprotkannya sangat mungkin akan membuat anak penasaran. Apabila ada kesempatan, anak bisa jadi akan mengambil botol parfum kemudian menyemprotkannya sehingga ada kemungkinan mengenai matanya. Tentu hal tersebut bisa terasa sakit ya Ayah Bunda. Biasanya anak akan menangis. Pertama yang harus Ayah Bunda lakukan adalah tenangkan anak agar ia tidak terus menangis. Setelah itu cegahlah anak agar tidak mengucek matanya. Cuci matanya hingga tidak terasa perih dan keringkan dengan handuk bersih. Jangan lupa berikan penjelasan bahwa parfum itu untuk disemprotkan ke baju maupun bagian lainnya, tetapi tidak boleh mengenai mata. Sebaiknya Ayah Bunda menaruh parfum di tempat yang tinggi agar terhindar dari jangkauan anak.

  1. Menjilat cermin.

Sewaktu melihat bayangannya di cermin, balita cenderung akan merasa penasaran. Salah satu hal yang lazim dilakukan adalah anak menjilat cermin tersebut. Sayangnya cermin adalah benda yang sering kali kotor dan bisa jadi ada banyak kuman. Sekedar melarang anak untuk tidak menjilat bisa jadi tidak akan efektif. Sebaiknya berikanlah penjelasan bahwa menjilat cermin tersebut bisa berbahaya terhadap kesehatan anak. Selain itu, tentu jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan cermin dengan cara membersihkannya dengan air sehingga tidak terlalu banyak kotoran yang menempel.

  1. Menggigit pinggir meja.

Saat anak mulai tumbuh gigi maka anak akan merasa gatal di mulutnya. Anak pun kemudian akan muncul keinginan untuk menggigit sesuatu. Oleh karena itu, wajar jika ada objek yang ada di sekitarnya akan digigit oleh anak. Salah satu benda yang mungkin digigit oleh anak adalah pinggir meja. Apabila hal ini terjadi maka ingatkan anak bahwa tidak boleh menggigit sembarang benda. Sebaiknya siapkanlah teether yang sudah disimpan di almari es. Sensasi menggigit benda dingin ini tentu menarik bagi anak sehingga ia tidak akan menggigit benda-benda berbahaya.

Demikian beberapa perbuatan yang sering dilakukan oleh anak dan cara mengantisipasinya. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.